Tuesday, February 10, 2009

Bahagia & Bidadari

BAHAGIA

Melamun, menghayal, menerawang,

Menyusuri malam mengharap petualangan, menembus dalamnya sepi dalam hati, meretas batas diriku dan dirinya, melewati senja, menggapai gelap

Kuterpekur dalam kekalahan
Kau mengalahkanku, karena kutak pernah sebegini kalah

Kau mengoyak perasaan tanpa perasaan
Kau kejam tapi lembut, kau lintah yang lembut tapi penghisap

Semua paradoks dalam satu. Cantik tapi busuk. Cantik tapi bodoh. Miskin tapi bahagia. Kaya tapi menderita.

Aku hanya ingin kaya dan bahagia, bolehkah?





BIDADARI

Bidadari itu telah datang hari ini
Kau, tak akan kulepaskan dari bumi
Akan kuikat dengan hatiku yang menambat

Memandangmu, membelaimu, merasakan getaran jiwa
Resap ketenangan hati berlalu seirama
Kuingin kau tetap di sini, menemaniku

Detik yang kita kecap bersama
Berlalu seiring waktu berjalan
Kau mengisi kekosongan jiwa, mengobati luka
Kutentram bersamamu

Bidadariku, menyatulah denganku
Bidadriku adalah perhiasan bernilai yang tak ternilai oleh apapun