BAHAGIA
Melamun, menghayal, menerawang,
Menyusuri malam mengharap petualangan, menembus dalamnya sepi dalam hati, meretas batas diriku dan dirinya, melewati senja, menggapai gelap
Kuterpekur dalam kekalahan
Kau mengalahkanku, karena kutak pernah sebegini kalah
Kau mengoyak perasaan tanpa perasaan
Kau kejam tapi lembut, kau lintah yang lembut tapi penghisap
Semua paradoks dalam satu. Cantik tapi busuk. Cantik tapi bodoh. Miskin tapi bahagia. Kaya tapi menderita.
Aku hanya ingin kaya dan bahagia, bolehkah?
BIDADARI
Bidadari itu telah datang hari ini
Kau, tak akan kulepaskan dari bumi
Akan kuikat dengan hatiku yang menambat
Memandangmu, membelaimu, merasakan getaran jiwa
Resap ketenangan hati berlalu seirama
Kuingin kau tetap di sini, menemaniku
Detik yang kita kecap bersama
Berlalu seiring waktu berjalan
Kau mengisi kekosongan jiwa, mengobati luka
Kutentram bersamamu
Bidadariku, menyatulah denganku
Bidadriku adalah perhiasan bernilai yang tak ternilai oleh apapun
Tuesday, February 10, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)